Kejujuran (ash-Shidq)
Di dalam kitab, Madaarijus Saalikiin, Ibnu Qayyim al-Jauziyah
mengemukakan seraya menyifati ash-Shidq (kejujuran), “Yaitu kedudukan
(maqam) kaum yang paling agung, yang darinya bersumber kedudukan-kedudukan (maqam)
para salikin (orang-orang yang menempuh jalan menuju Allah), sekaligus sebagai
jalan yang lurus yang barangsiapa yang tidak berjalan di atasnya, maka mereka
itulah orang-orang yang akan binasa. Dengannya pula dapat dibedakan antara
orang-orang munafik dengan orang-orang yang beriman, para penghuni Surga dengan
para penghuni Neraka.
Kejujuran merupakan pedang Allah di muka bumi, tidak ada sesuatu pun yang
diletakkan di atasnya melainkan akan terputus olehnya. Dan tidaklah ia
menghadapi kebathilan melainkan akan melawan dan mengalahkannya serta tidaklah
ia menyerang lawannya melainkan tidak ada yang sanggup mengalahkannya, bahkan
barangsiapa menyuarakannya, niscaya kalimatnya akan terdengar keras di atas
musuh-musuhnya.
Selain itu, kejujuran merupakan ruh amal, penjernih kedaan, penghilang rasa
takut dan pintu masuk bagi orang-orang yang akan menghadap Rabb Yang Mahamulia.
Ia Juga merupakan pondasi bangunan agama dan tiang penyangga keyakinan.
Tingkatannya berada tepat di bawah derajat kenabian yang merupakan derajat
paling tinggi di semesta alam, dari tempat tinggal mereka (para Nabi) di Surga
mengalir mata air dan sungai-sungai menuju ke tempat tinggal orang-orang yang
benar atau jujur. Sebagaimana dari hati para Nabi ke hati-hati mereka di dunia
ini terdapat penghubung dan penolong.
Berkenaan dengan hal itu, dapat dikatakan bahwa kejujuran berarti
kesesuaian antara lahir dan bathin, ucapan dan perbuatan, , serta berita dan
fakta.
Allah SWT berfirman :
$pkr'¯»t úïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qà)®?$# ©!$# (#qçRqä.ur yìtB úüÏ%Ï»¢Á9$#
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu
bersama orang-orang yang benar (Q.S. at-Taubah, 9:119)
Allah SWT telah meminta hamba-hambanya yang beriman agar mereka berbuat
jujur dan berpegang teguh kepada kebenaran agar mereka menjaga golongan yang
menetap di jalan kebenaran.
Allah SWT berfirman :
tûüÏ%Ï»¢Á9$#ur ÏM»s%Ï»¢Á9$#ur
Dan orang-orang yang benar baik laki-laki maupun perempuan (Q.S. al-Ahzaab,
33:35)
Jujur merupakan sifat terpuji yang seharusnya dituntut keberadaanya dari
orang-orang mukmin, baik laki-laki maupun perempuan.
Allah SWT berfirman :
öqn=sù (#qè%y|¹ ©!$# tb%s3s9 #Zöyz öNçl°;
Seandainya mereka selalu jujur terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih
baik bagi mereka (Q.S. Muhammad, 47:21)
Allah memberitahukan tentang nilai kejujuran. Bahwa kejujuran merupakan
kebaikan sekaligus penyelamat. Sifat itulah yang memberikan nilai kepada amal
perbuatan, sebab kejujuran merupakan ruhnya. Seandainya mereka benar-benar
tulus ikhlas dalam beriman serta benar-benar berbuat taat, niscasya kejujuran
merupakan yang terbaik bagi mereka.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda