Senin, 18 November 2013

Kejujuran (ash-Shidq)

Di dalam kitab, Madaarijus Saalikiin, Ibnu Qayyim al-Jauziyah mengemukakan seraya menyifati ash-Shidq (kejujuran), “Yaitu kedudukan (maqam) kaum yang paling agung, yang darinya bersumber kedudukan-kedudukan (maqam) para salikin (orang-orang yang menempuh jalan menuju Allah), sekaligus sebagai jalan yang lurus yang barangsiapa yang tidak berjalan di atasnya, maka mereka itulah orang-orang yang akan binasa. Dengannya pula dapat dibedakan antara orang-orang munafik dengan orang-orang yang beriman, para penghuni Surga dengan para penghuni Neraka.
Kejujuran merupakan pedang Allah di muka bumi, tidak ada sesuatu pun yang diletakkan di atasnya melainkan akan terputus olehnya. Dan tidaklah ia menghadapi kebathilan melainkan akan melawan dan mengalahkannya serta tidaklah ia menyerang lawannya melainkan tidak ada yang sanggup mengalahkannya, bahkan barangsiapa menyuarakannya, niscaya kalimatnya akan terdengar keras di atas musuh-musuhnya.
Selain itu, kejujuran merupakan ruh amal, penjernih kedaan, penghilang rasa takut dan pintu masuk bagi orang-orang yang akan menghadap Rabb Yang Mahamulia.
Ia Juga merupakan pondasi bangunan agama dan tiang penyangga keyakinan. Tingkatannya berada tepat di bawah derajat kenabian yang merupakan derajat paling tinggi di semesta alam, dari tempat tinggal mereka (para Nabi) di Surga mengalir mata air dan sungai-sungai menuju ke tempat tinggal orang-orang yang benar atau jujur. Sebagaimana dari hati para Nabi ke hati-hati mereka di dunia ini terdapat penghubung dan penolong.
Berkenaan dengan hal itu, dapat dikatakan bahwa kejujuran berarti kesesuaian antara lahir dan bathin, ucapan dan perbuatan, , serta berita dan fakta.
Allah SWT berfirman :
$pkš‰r'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qà)®?$# ©!$# (#qçRqä.ur yìtB šúüÏ%ω»¢Á9$#  
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (Q.S. at-Taubah, 9:119)
Allah SWT telah meminta hamba-hambanya yang beriman agar mereka berbuat jujur dan berpegang teguh kepada kebenaran agar mereka menjaga golongan yang menetap di jalan kebenaran.
Allah SWT berfirman :
tûüÏ%ω»¢Á9$#ur ÏM»s%ω»¢Á9$#ur 
Dan orang-orang yang benar baik laki-laki maupun perempuan (Q.S. al-Ahzaab, 33:35)
Jujur merupakan sifat terpuji yang seharusnya dituntut keberadaanya dari orang-orang mukmin, baik laki-laki maupun perempuan.
Allah SWT berfirman :
öqn=sù (#qè%y‰|¹ ©!$# tb%s3s9 #ZŽöyz öNçl°;  
Seandainya mereka selalu jujur terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka (Q.S. Muhammad, 47:21)

Allah memberitahukan tentang nilai kejujuran. Bahwa kejujuran merupakan kebaikan sekaligus penyelamat. Sifat itulah yang memberikan nilai kepada amal perbuatan, sebab kejujuran merupakan ruhnya. Seandainya mereka benar-benar tulus ikhlas dalam beriman serta benar-benar berbuat taat, niscasya kejujuran merupakan yang terbaik bagi mereka.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda